Letusan raksasa gunung Toba yang terjadi 74.000 tahun lalu memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Perdebatan terutama berkisar tentang efek dari letusan gunung tersebut. Studi terdahulu tentang Gunung Toba menyebutkan bahwa letusan 74.000 tahun yang lalu itu menyebabkan penggelapan langit dan menurunkan suhu bumi sebesar 10 derajat celsius selama setengah dekade. Antropolog pun mengatakan, letusan tersebut juga mempengaruhi proses evolusi manusia, menyebabkan fenomena yang disebut genetic bottleneck, suatu kondisi ketika populasi spesies tertentu terbunuh atau terhambat dalam bereproduksi.
Namun, studi yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan sesudahnya menyebutkan bahwa efek letusan Toba tak seburuk yang diduga. Berdasarkan hasil penelitian vulkanolog Stephen Self Open University di Milton Keynes, Inggris, dan pakar paleobiologi Michael Rampino dari New York University, AS, misalnya, penurunan suhu bumi hanya antara 3 dan 5 derajat celsius.
Penelitian antropologis oleh Michael Petraglia dari University of Oxford Inggris juga menyebutkan hasil yang kontroversial. Hasil dari penelitian yang didasarkan pada kondisi salah satu situs arkeologis di India itu menyebutkan bahwa manusia-manusia yang tinggal di dekat Gunung Toba justru mampu selamat dan bertahan hidup dengan lebih mudah.
Baru-baru ini, seorang ahli pembuat model iklim dari Max-Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman, Claudia Timmreck, melakukan sebuah penelitian untuk melihat lagi efek dari letusan Toba. Ia membuat sebuah model iklim yang dikatakan menyerupai kondisi iklim setelah letusan Toba pada masa itu. Penelitian berfokus pada partikel sulfat aerosol yang terbentuk dari gas sulfur dioksida, partikel yang menyebabkan pemantulan sinar matahari sehingga menyebabkan pendinginan temperatur Bumi.
Berdasarkan data hasil penelitian, diketahui bahwa Gunung Toba mengeluarkan 850 juta metrik ton sulfur dioksida ke atmosfer. Penelitian juga menghasilkan kesimpulan bahwa efek letusan Gunung Toba tidak seburuk yang diduga selama ini. Penurunan suhu Bumi, misalnya, hanya antara 3 dan 5 derajat celsius secara global. Perubahan temperatur secara ekstrem hanya terjadi di Afrika dan India selama dua tahun saja, dengan kondisi temperatur berkurang hingga 10 derajat celsius pada tahun pertama dan 5 derajat celsius pada tahun kedua.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di Geophysical Research Letters edisi terbaru November tersebut juga menunjukkan bahwa akumulasi partikel sulfur di udara juga akan lenyap dalam beberapa tahun saja. F juga mengatakan, letusan tidak sampai menghabisi populasi flora dan fauna yang ada. Namun, peristiwa itu diakui membuat banyak proses kehidupan menjadi sulit.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, Petraglia setuju bahwa efek letusan Toba memang buruk. Namun, dampaknya pada manusia tidaklah sebegitu serius. “Populasi (manusia) selamat, tapi menghadapi kondisi lingkungan yang buruk selama beberapa tahun,” katanya. Ia juga mengatakan, perlu dilakukan juga observasi lapangan sebagai tahap lanjut dari penelitian tersebut.
Sementara itu, Stanley Ambrose dari University of Illinois yang setuju dengan terjadinya fenomena genetic bottleneck mengatakan bahwa kajian Timmreck memiliki kelemahan. Salah satunya karena peneliti memulai riset dengan kondisi iklim modern, bukan menyimulasikan kondisi iklim 74.000 tahun yang lalu.
Entri Populer
-
Mama Tersayang Apakah Mama Masih sering murung dan menangis? Aku harap semuanya sudah menjadi lebih baik. Sewaktu aku masih di dalam kand...
-
Banyak orang yang merasa lemah, dan selalu merasa tidak kuat menjalani hidup ini kemudian. Pergilah ke pantai atau ke laut… lihatlah batu ...
-
Pernahkah Anda berada dalam kondisi yang sangat membingungkan, di antara beberapa pilihan yang membuat Anda merasa tertekan, dihimpit berba...
-
Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan ( ithmi’nân/thuma’nînah ) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai de...
-
Pengertian dari sebuah rumah tangga, adalah hidup bersama dalam satu atap, menjaga keharmonisan dan pengertian. Rumah tangga bukan bera...
-
Sepasang pengantin baru telah selesai melangsungkan sebuah pesta pernikahan. Dua sejoli ini sungguh berbahagia saat mengarungi masa-masa s...
-
Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo’akannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki un...
-
Sometimes the end is just the beginning... Apakah Anda merasa sedih karena sedang berpisah dengan seseorang? Ditinggalkan oleh orang ya...
-
Maafkan aku, jika aku membuat hati kalian tidak terjaga... Sehingga, sangat menggangu waktu-waktu berharga kalian... Maafkan aku, jik...
-
Saudaraku, bila anda saat ini sedang sedih dan merasa buntu pikiran dalam menghadapi masalah, mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu memb...
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Desember 2010
Batu tua
Ada oleh-oleh khas berupa bebatuan yang dapat diboyong jika bertandang ke Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Batu Satam namanya. Batu unik berwarna hitam dengan urat-uratnya yang khas itu konon adalah hasil proses alam atas reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun silam.
http://pashaaldo.blogspot.com/2010/11/batu-satam-batu-berumur-jutaan-tahun.html
http://batu-antik.blogspot.com/
Batu satam juga di kalangan masyarakat Belitung dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penangkal penolak racun dan unsur makhluk-gaib berupa jin, untuk hal ini boleh percaya atau tidak namun sebagian wisatawan yang berkunjung ke pulau ini selalu ingin menyempatkan diri membeli Souvenir ini sebagai cendramata khas Pulau Belitung
Sebuah batu Meteor besar melebihi bumi atau lebih dikenal oleh para ahli Astronomi Armageddon terdeteksi dari setelit luar angkasa meluncur ke bumi dengan kecepatan yang sangat luar biasa, batu meteor itu diperkirakan dalam beberapa bulan kemudian akan menabrak dan menghancurkan bumi dan seisinya para Ahli astronomi ruang angkasa berkumpul untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran itu, Batu meteor tersebut hanya bisa dihancurkan dengan menanamkan bom nuklir ke dalam lapisan batu meteor tersebut, lalu para astronot meluncur untuk melakukan misi tersebut, Cahaya kemilauan terlihat dari bumi dan batu meteor tersebut terpecah menjadi dua, sepihanya batu meteor menghantam bumi menghancurkan gedung-gedung di berbagai Negara namum bumi terselamatkan dari benturan dasyat. Tulisan diatas merupakan adegan dari film Hollywood, yaitu Armageddon
Proses Terjadinya Batu SATAM :
Proses Terjadinya Batu SATAM :
- Sekitar 780.000 tahun yang lalu sebuah asteroid yang besar menabrak bumi di Laut Cina Selatan (kemungkinan di Teluk Tonkin). Asteroid ini bergerak dari barat laut ke tenggara dan menabrak bumi dengan sudut tabrakan yang kecil.
- Pada tahap awal dari tabrakan, energi kinetis dari asteroid yang menabrak bumi ini melelehkan dan menghantarkan momentum kepada lapisan atas dari batuan di permukaan bumi (seperti pasir dan lumpur) di daerah tabrakan.
- Lapisan yang meleleh, terdiri dari batuan yang mencair, meninggalkan atmosfer bumi dan pecah menjadi batu semi cair berbentuk bulatan-bulatan kecil (globules) yang bernama “tektite”. Globules ini membentuk bola, dumbbells atau air mata, tergantung pada kecepatan rotasi yang terjadi saat pembentukan batu tektites atau batu satam itu.
- Batu Satam yang berbentuk bola, dumbbells dan air mata mendingin dengan cepat, begitu cepat sehingga mereka membentuk kaca (sama dengan kaca, tetapi tidak murni, seperti di botol anggur atau bir modern).
- Sekitar lima hingga enam menit setelah tabrakan dengan asteroid terjadi, bola yang sekarang telah membeku dan menjadi solid mulai masuk kembali ke atmosfer bumi dan jatuh di Belitung.
- Karena Batu Satam itu memasuki kembali atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi, gaya gesekan yang dialaminya memanaskan bagian depan dari batu ini.
- Bila kaca dipanaskan dengan tidak merata (perbedaan temperatur yang besar antara bagian depan dan belakangnya), ia akan pecah. Seperti menuangkan air mendidih kedalam gelas minum.
- Bagian depan dari Batu Satam ini akan membentuk pecahan-pecahan kecil. Pecahan ini ditingkatkan juga oleh tekanan yang intens karena perlambatan kecepatan.
- Kecepatan kosmik yang dibawa oleh momentum Batu Satam ini pada akhirnya akan berkurang dan pecahnya batuan juga akan berkurang.
- Karena ini Batu Satam akan jatuh ke bumi dengan gravitasi dengan gerakan yang lebih vertikal.
- Di bumi Batu Satam dibawa oleh air sungai dan mungkin tererosi.
- Pada akhirnya Batu Satam akan tergabung dengan endapan sediment yang biasanya juga mengandung timah (tererosi dari deposit panas bumi yang terkait dengan intrusi batu granit).
- Di dalam tumpukan pasir yang berporositas tinggi, air tawar akan dengan sangat perlahan mengukir Batu Satam tersebut. Retakan setipis kertas (terbentuk karena gelas itu dipanaskan saat memasuki kembali atmosfer bumi) akan diperbesar dan membentuk parit kecil berbentuk U. Perhatikan bahwa parit berbentuk U ini hanya terbentuk di bagian yang terpanaskan, bagian depan dari Batu Satam (Tektite). Bagian belakang dari Batu Satam ini tetap seperti aslinya, berbentuk bola.
http://pashaaldo.blogspot.com/2010/11/batu-satam-batu-berumur-jutaan-tahun.html
http://batu-antik.blogspot.com/
Kamis, 02 Desember 2010
Menyentuh Dunia dan Hati anak
Sebagai seorang ibu, Anda pasti sangat mengasihi putra-putri Anda. Namun, apakah cara Anda mengasihi itu sudah benar atau belum, hal itu mungkin masih patut dipertanyakan. Anak-anak akan tumbuh sebagai anak yang gagal jika orang tua salah asuh. Terlalu memanjakan atau malah sebaliknya kurang perhatian, keduanya merupakan hal yang sama buruknya bagi perkembangan anak.
Ingatlah, bahwa apa yang Anda tanamkan pada anak-anak, akan jadi seperti itulah mereka kelak. Jadi tanamkan hal yang baik, dalam porsi dan cara yang benar pula.
Sebelum memiliki anak, ada baiknya jika Anda dan suami membuat kesepakatan terlebih dahulu tentang bagaimana Anda berdua ingin mendidik buah hati Anda.
Orang tua yang sepakat dan kompak adalah batasan yang paling aman bagi seorang anak untuk tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Jangan sampai anak melihat orang tuanya 'terpecah'. Ayah bilang "ya", ibu juga harus bilang "ya".
Jika Anda dan suami ada perbedaan pandangan tentang bagaimana mendidik anak, bicarakan itu di 'belakang' anak Anda. Ingat, orang tua yang sepakat adalah orang tua yang berhasil!
Jangan memaksa buah hati Anda untuk memahami dunia dan segala kesusahan Anda. Belum saatnya bagi mereka untuk masuk ke dalam dunia Anda. Mereka belum siap untuk menanggung (atau memahami) apa yang Anda alami saat ini.
Anda-lah yang harus mau merendahkan diri dan memahami mereka. Anda-lah yang harus masuk ke dalam dunia mereka. Bagaimana pun Anda pernah ada dalam dunia anak-anak dan remaja bukan?! Namun, memahami bukan berarti selalu menyetujui.
Saat anak-anak Anda masih kecil, selalu terapkan kebiasaan memberi pengertian terhadap masalah atau kesalahan yang timbul. Hal ini lebih baik dari pada marah-marah. Jelaskan kepada si anak alasan mengapa Anda tidak setuju tentang sesuatu hal yang dia lakukan.
Jika dari masa mudanya, Anda sudah menerapkan pola memberi pengertian, maka saat anak Anda beranjak remaja, Anda akan tetap mendapat hormat dan kepercayaan darinya.
Namun, bagaimana jika Anda sudah terlambat menerapkan pola itu?
Tak ada kata terlambat untuk memulai hal yang positif terutama untuk buah hati kita. pendidikan yang paling efektif adalah pendidikan yang menerapkan sistem experience yaitu memasukan unsur pengalaman terhadap kehidupan anak. karnanya bewalah anak -anak kita ke dalam kehidupan yang memberikan pengalaman manis buat hidupnya.
Selain itu dalam hal menanamkan sesuatu fungsikan pemberian stimulus karena
Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera.
Ingatlah, bahwa apa yang Anda tanamkan pada anak-anak, akan jadi seperti itulah mereka kelak. Jadi tanamkan hal yang baik, dalam porsi dan cara yang benar pula.
Sebelum memiliki anak, ada baiknya jika Anda dan suami membuat kesepakatan terlebih dahulu tentang bagaimana Anda berdua ingin mendidik buah hati Anda.
Orang tua yang sepakat dan kompak adalah batasan yang paling aman bagi seorang anak untuk tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Jangan sampai anak melihat orang tuanya 'terpecah'. Ayah bilang "ya", ibu juga harus bilang "ya".
Jika Anda dan suami ada perbedaan pandangan tentang bagaimana mendidik anak, bicarakan itu di 'belakang' anak Anda. Ingat, orang tua yang sepakat adalah orang tua yang berhasil!
Jangan memaksa buah hati Anda untuk memahami dunia dan segala kesusahan Anda. Belum saatnya bagi mereka untuk masuk ke dalam dunia Anda. Mereka belum siap untuk menanggung (atau memahami) apa yang Anda alami saat ini.
Anda-lah yang harus mau merendahkan diri dan memahami mereka. Anda-lah yang harus masuk ke dalam dunia mereka. Bagaimana pun Anda pernah ada dalam dunia anak-anak dan remaja bukan?! Namun, memahami bukan berarti selalu menyetujui.
Saat anak-anak Anda masih kecil, selalu terapkan kebiasaan memberi pengertian terhadap masalah atau kesalahan yang timbul. Hal ini lebih baik dari pada marah-marah. Jelaskan kepada si anak alasan mengapa Anda tidak setuju tentang sesuatu hal yang dia lakukan.
Jika dari masa mudanya, Anda sudah menerapkan pola memberi pengertian, maka saat anak Anda beranjak remaja, Anda akan tetap mendapat hormat dan kepercayaan darinya.
Namun, bagaimana jika Anda sudah terlambat menerapkan pola itu?
Tak ada kata terlambat untuk memulai hal yang positif terutama untuk buah hati kita. pendidikan yang paling efektif adalah pendidikan yang menerapkan sistem experience yaitu memasukan unsur pengalaman terhadap kehidupan anak. karnanya bewalah anak -anak kita ke dalam kehidupan yang memberikan pengalaman manis buat hidupnya.
Selain itu dalam hal menanamkan sesuatu fungsikan pemberian stimulus karena
Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera.
Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih optimum fase paling peka untuk pembentukan otak sebagai wadah kognitif atau yang biasa dikenal dengan "golden age" adalah usia 1 hingga 5 tahun, selain pada saat anak masih di dalam kandungan.
Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah kognitif sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa.
Namun, sebaliknya jika wadah kognitif tidak pernah mendapat rangsangan, maka akan menjadi sempit dan kecil sehingga menjadikan seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.
"Stimulasi pada anak dapat diberikan mulai dari dalam kandungan untuk merangsang panca inderanya dalam menerima beragam fakta dari luar yang diberikan orang tua," tandas Endah.
Saat sekarang, selanjutnya, kita dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah maupun direkayasa. Prinsipnya adalah informasi yang diberikan sebagai rangsangan tersebut haruslah bersifat kaya atau variatif dan memberi efek positif.
Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika ia mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.
Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya.
Sementara itu untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.
Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.
"Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal kognitif, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini,"
Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah kognitif sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa.
Namun, sebaliknya jika wadah kognitif tidak pernah mendapat rangsangan, maka akan menjadi sempit dan kecil sehingga menjadikan seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.
"Stimulasi pada anak dapat diberikan mulai dari dalam kandungan untuk merangsang panca inderanya dalam menerima beragam fakta dari luar yang diberikan orang tua," tandas Endah.
Saat sekarang, selanjutnya, kita dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah maupun direkayasa. Prinsipnya adalah informasi yang diberikan sebagai rangsangan tersebut haruslah bersifat kaya atau variatif dan memberi efek positif.
Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika ia mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.
Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya.
Sementara itu untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.
Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.
"Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal kognitif, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini,"
mari kita beri stimulus positif untuk bua hati kita..
Minggu, 07 November 2010
Gaya orang tua mendidik anak
Memiliki seorang anak adalah suatu peristiwa yang bukan saja menyenangkan bagi seorang individu di dunia ini, melainkan juga merupakan peristiwa yang pasti akan merubah keadaan bagi mereka yang mengalaminya. Majalah Healthscoutnews telah mengungkap betapa besarnya peristiwa kelahiran seorang anak yang digambarkan sebagai sebuah peristiwa jatuhnya bintang kebahagiaan bagi keluarga yang mendapatkannya.
Peran Keluarga dalam pendidikan anak
Dari semua penjelasan diatas perlu untuk diketahui bahwa mendidik anak baik dalam hal penerapan pola asuh, pendidikan dan juga dalam memahami anak, sangatlah wajib hukumnya untuk diketahui bagi ayah/bunda. Apapun latarbelakang ayah/bunda...
Seorang ibu telah mempersiapkan segalanya selama sembilan bulan sepuluh hari untuk proses penantian kedatangannya. “Kelahiran seorang anak ternyata akan membawa malapetaka sekaligus kebahagiaan” demikian kata Thimoty Galman dalam sebuah seminarnya. Psikolog dari Ukraina Utara ini telah sengaja menyebut malapetaka dengan kebahagiaan sebagai sesuatu yang datang bersamaan dalam kehidupan keluarga, di mana sang anak telah dilahirkan. Sejak kelahirannya di dunia, orang tua telah memberikan sebuah benang harapan ( yang tentu saja sangat subjektif dan berdasarkan keinginan individual orang tuanya). Benang harapan tersebut akan terus membubung tinggi sejalan dengan obsesi orang tuanya. Bahkan tidak jarang orang tua yang sudah memfonis anaknya bakal jadi presiden ketika anaknya dibawa pulang dari rumah sakit bersalin. Hal ini akan menunjukkan betapa obsesivitas orang tua akan selalu terbawa bersama kebahagiaannya ketika mereka mendapatkan anak mereka yang baru. |
Tetapi ketika anak tersebut mulai besar, tak ubahnya sebuah kerupuk yang kena air. Obsesi mereka makin lama makin melempem. Semakin lama harapan mereka semakin sirna,di mana pada saat yang sama kenakalan demi kenakalan nampak pada anak-anak mereka. Mereka mulai menyadari betapa tidak semudah yang mereka duga sebelumnya, bahwa obsesinya tidak akan mudah terlaksana.
Psikologi Perkembangan Anak dan Permasalahannya Pada dasarnya seorang anak memiliki 4 masalah besar yang tampak jelas di mata orang tuanya dalam kehidupannya yakni:
|
Keempat masalah di atas sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan antara anak dan orang tuanya. Walaupun keduanya menyadari bahwa mereka memiliki masalah, namun tampaknya mereka (baik orang tua maupun anak) cenderung untuk saling mempertahankan hak-hak mereka , dan bukan mempertahankan kewajiban mereka.
Orang tua dan Permasalahannya Orang dewasa pada dasarnya memiliki problem yang sama berkaitan dengan hubungan mereka dengan putra/putrinya yakni:
|
Kondisi seperti inilah yang kemudian oleh Sally North disebut sebagai sebuah "kebingungan alamiah" (Natural Crowded). Kebingungan alamiah inilah yang kemudian akan menjadi sumber "malapetaka" menurut Thymoty Galman.
"Banyak orang tua yang merasa khawatir kalau anaknya akan terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya yang penuh dengan kesukaran dan bahaya, serta hal-hal yang kotor. Mereka menahan anak-anaknya supaya di rumah saja tidak boleh bermain atau bergaul dengan anak-anak lain."
Natural Crowded dan Manipulasi
Kebingungan alamiah telah membuat orang tua serba salah dalam mengelola putra/putrinya. Ketika mereka bermaksud untuk melindunginya, orang dewasa memiliki kecenderungan untuk melakukan manuver-manuver yang justru membuat putra/putrinya menjadi sangat tidak aman dan semakin membutuhkan perlindungan atau dengan kata lain tidak dapat mandiri.
Perlu dicatat bahwa hubungan antara orang tua dengan anak sangatlah vertikal. Dalam konteks ini orang dewasa akan menjadi sebuah basis kekuasaan yang tentu akan memunculkan hak kekuasaan yang tiada batasnya terhadap anak-anak mereka.
Di negara-negara maju hubungan antara orang tua dengan anak menjadi benar-benar horisontal sejalan dengan usia anak tersebut menjadi dewasa (16 sampai 17 tahun). Di negara-negara Asia sampai pada usia 22-25 tahun. Di Indonesia rata-rata hubungan horisontal baru dimulai pada individu saat ia berusia 32 tahun.
Di negara-negara maju hubungan antara orang tua dengan anak menjadi benar-benar horisontal sejalan dengan usia anak tersebut menjadi dewasa (16 sampai 17 tahun). Di negara-negara Asia sampai pada usia 22-25 tahun. Di Indonesia rata-rata hubungan horisontal baru dimulai pada individu saat ia berusia 32 tahun.
Hubungan vertikal ini akan menyebabkan terjadinya pola bentuk kekuasaan antara orang dewasa dengan anak pada khususnya. Manipulasi akan sering terjadi manakala hubungan yang terjadi menjadi begitu tidak harmonis. Manipulasi akan dilakukan oleh orang dewasa untuk mengantisipasi kebingungannya dalam mengelola anak-anak mereka. |
Manipulasi dalam konteks diatas dapat dikonotasikan dengan sebuah usaha untuk melakukan sesuatu hanya dengan satu tujuan yakni untuk kepentingan pelakunya dan tanpa mempedulikan kepentingan individu yang diperlakukannya.
Ketika orang dewasa melakukan manipulasi, maka ia akan menggunakan dan atau mengendalikan, dan mengembangkan serta memakai cara-cara tertentu untuk kepentingannya secara subjektif tanpa melihat kepentingan subjek lainnya. Sangat disayangkan bahwa manipulasi selalu akan menimbulkan penderitaan bagi individu yang dimanipulir.
Peran Bangsa dan Lembaga Pendidikan Ketika orang dewasa melakukan manipulasi, maka ia akan menggunakan dan atau mengendalikan, dan mengembangkan serta memakai cara-cara tertentu untuk kepentingannya secara subjektif tanpa melihat kepentingan subjek lainnya. Sangat disayangkan bahwa manipulasi selalu akan menimbulkan penderitaan bagi individu yang dimanipulir.
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan kualitas diri individu, terutama dalam menentukan kemajuan pembangunan suatu bangsa dan negara. Tingkat kemajuan suatu bangsa tergantung kepada cara bangsa tersebut mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia yang berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada calon penerus dan pelaksana pembangunan.
Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang bertanggung jawab dan berkompetensi penuh atas proses pendidikan. Lembaga pendidikan wajib menyediakan berbagai fasilitas dan memenuhi kebutuhan peserta didiknya dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang bertanggung jawab dan berkompetensi penuh atas proses pendidikan. Lembaga pendidikan wajib menyediakan berbagai fasilitas dan memenuhi kebutuhan peserta didiknya dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Sedangkan keluarga adalah merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Di lingkungan keluarga pertama-tama anak mendapat pengaruh, karena itu keluarga merupakan lembaga pendidikan tertinggiyang bersifat informal dan kodrat. Pada keluarga inilah anak mendapat asuhan dari orang tua menuju ke arah perkembangannya.
| Keluarga bagi seorang anak merupakan lembaga pendidikan non formal pertama, di mana mereka hidup, berkembang, dan matang. Di dalam sebuah keluarga, seorang anak pertama kali diajarkan pada pendidikan. Dari pendidikan dalam keluarga tersebut anak mendapatkan pengalaman, kebiasaan, ketrampilan berbagai sikap dan bermacam-macam ilmu pengetahuan. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan. |
Dari semua penjelasan diatas perlu untuk diketahui bahwa mendidik anak baik dalam hal penerapan pola asuh, pendidikan dan juga dalam memahami anak, sangatlah wajib hukumnya untuk diketahui bagi ayah/bunda. Apapun latarbelakang ayah/bunda...
Mari Kita Merenungkan Bersama, Kadang Begitu Berat Tanggung Jawab Kita Sebagai Orangtua
Kadang kita sebagai orangtua sering kali dihadapkan dengan suatu permasalahan tentang putera/puteri kita. Banyak hal yang selalu membuat kita kadang merasa bingung, kawatir, dan tidak tahu harus berbuat apa untuk mendidik dan mengarahkan mereka. Bahkan kita sampai kelepas emosi dalam mendidik mereka. Tidak jarang pula dari kita juga berkata keras pada mereka, Kita merasa mereka sangat sulit untuk diarahkan. Biasanya, kita pun pernah mengalami hal seperti ini : |
- Mengalami kebingungan dalam menghadapi dan mendidik anak
- Merasa Bingung dalam mengatasi permasalahan perilaku, belajar dan prestasi anak
- Merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam memberikan perhatian pada anak
- Merasa tidak tahu bagaimana menjadi teladan dan apa yang patut dicontoh bagi anak
- Merasa bingung antara komitmen pekerjaan dengan keluarga dan anak
- Tidak tahu mengenai pendidikan anak
- Perasaan kawatir dengan perkembangan anak dan pendidikan anak
- Sering merasa jengkel dan emosi dengan perilaku anak
- Tidak tahu bagaimana mengoptimalkan potensi anak
- Kewalahan menghadapi anak dan mendidik anak
Semua itu adalah perasaan yang kadang mendera kita sebagai orangtua dalam menghadapi anak kita di waktu pagi, siang dan malam. Masa depan, pendidikan, perilaku, dan perkembangan anak adalah hal yang perlu kita ketahui dan pelajari. Agar anak kita nantinya menjadi anak yang sholeh, taat pada agama, sopan, baik, pintar, berbakti pada orang tua, bermanfaat bagi orang lain , sukses, bahagia dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)