Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Baca Yuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca Yuk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2011

Hikmah dari kehilangan

Bila Anda sering merasa banyak yang hilang dari kehidupan Anda, percayalah, tidak ada kehilangan yang benar-benar hilang. Seperti kisah ini....
KapanLagi.com - Pada suatu masa, di sebuah pedesaan China, hidup seorang pria tua dan keluarganya. Pria tersebut mengolah sebuah kebun dan memiliki beberapa hewan peliharaan, salah satu peliharaannya adalah seekor kuda jantan. Suatu ketika, kuda yang dimiliki pria tua tersebut hilang. Beberapa tetangga mengatakan sempat melihat kuda tersebut berlari melewati batas daerah yang tidak boleh dilewati oleh warga desa. Pria tua itu menjadi sedih, tetapi dia mengatakan, "Tidak apa, barangkali kejadian ini bukan sesuatu yang buruk dan siapa tahu akan datang sesuatu yang baik."

Setelah hari berganti hari, pada malam hari, pria tua itu dikejutkan dengan suara kuda. Dia langsung bangkit dan melihat ke arah luar rumah, tampak kudanya yang hilang telah kembali dan membawa seekor kuda betina entah milik siapa yang menjadi pasangannya. Tentu saja, seperti peraturan di desa itu, kuda yang tidak diketahui pemiliknya atau liar akan menjadi milik mereka yang menemukan. Para tetangga memberi selamat pada pria tua yang telah mendapatkan kembali kudanya serta tambahan satu kuda secara cuma-cuma.

Setelah waktu berjalan, anak laki-laki dari pria tua tersebut mulai berlatih untuk naik ke atas punggung kuda dan memacu kuda tersebut di sekitar area perkebunan. Sayangnya, pada suatu hari, anak laki-laki itu jatuh dari atas punggung kuda dan mengalami cedera kaki yang sangat parah. Perlu waktu lama untuk sembuh, tetapi sekalipun telah sembuh, anak laki-laki itu tidak bisa berjalan normal. "Tidak apa-apa, nak" ujar si pria tua, "Mungkin hal ini akan mendatangkan sesuatu yang lebih baik untuk mu,"

Dan seperti kejadian sebelumnya, si pria tua merasakan kembali sesuatu yang baik tersebut. Pada masa itu adalah masa perang, semua anak laki-laki di desa wajib memanggul senjata dan bertempur di medan perang. Tetapi karena cacat, anak laki-laki sang pria tua tetap di desa dan bekerja mengolah kebun. Tidak ada yang disesali, karena anak laki-laki itu juga bersikap sama seperti ayahnya, dia percaya akan ada hikmah di balik kejadian buruk yang menyebabkan dia kehilangan cara berjalan yang normal.

Tahun berganti tahun. Perang telah berakhir dan para anak laki-laki yang bertempur kembali ke desa. Ternyata hanya beberapa yang kembali, karena kebanyakan dari mereka ternyata tewas di medan perang. Sang pria tua sedikit bersyukur karena anak laki-lakinya tetap dalam kondisi sehat dan semakin pintar mengurus perkebunan. Sehingga, tidak ada yang perlu disesali karena bagi keluarga tersebut, kebahagiaan tidak hanya dinilai pada saat sesuatu terjadi, tetapi juga pada masa-masa setelahnya.

Sahabat, hikmah dari cerita tersebut kita harus belajar bahwa setiap kali kita merasa kehilangan, sesungguhnya apa yang kita tangisi tidak benar-benar hilang, karena pada saat yang tidak akan kita sangka, kita akan mendapatkan hikmah dari rasa kehilangan tersebut. Kita akan merasakan kebahagiaan lebih berlipat jika kita pernah merasakan kehilangan. Tetapi rasa bahagia itu akan datang saat kita bisa melepaskan dengan rela apa yang telah hilang, tidak dengan meratapi atau menangisi terus-menerus. (wo/wsw)

Jumat, 17 Desember 2010

Menghargai sebuah "perjuangan" untuk berubah

Banyak orang yang mengeluh, sulitnya untuk mengubah orang lain, tetapi setelah merenung lagi jauh ke dalam dirinya, faktanya menjadi sangat sulit mengubah diri sendiri… Bila diri sendiri saja sulit diubah, apa lagi mati-matian mau menuntut orang lain untuk berubah?


Masalahnya ada juga orang yang sudah ingin berubah, tetapi kondisinya belum memungkinkan baginya untuk berubah. Ada juga yang sudah mulai mengubah kebiasaan negatifnya, mengubah sifat buruknya, tapi sama sekali tidak mendapat penghargaan dan perhatian dari orang terdekatnya, akibatnya ia pun merasa sia-sia mengubah diri… Ada juga yang berani tampil beda, dengan berusaha mencari perhatian dari sekitarnya, maksud hatinya mau memberitahu pada dunia kalau dia sudah berubah, tetapi malah cemooh dan tampang-tampang sinis, yang dihadapinya. Mungkin karena terlalu over confidence kali yeee… Ada yang akhirnya trauma untuk mengubah sifat dan karakternya, karena dibilang “sok suci, elo udah bukan lagi diri loe..” Ada yang nekad mati-matian untuk merayu orang-orang yang dulu sebagai temannya, yang telah menjauhinya karena sikap dirinya, yang dulu dianggap mereka sudah kelewatan, untuk berteman dan bersahabat lagi, tetapi mendapat reaksi yang membuatnya kecewa dan menjadi ‘mundur dan minder’ dalam menjalin hubungan persahabatan kembali.


Masih banyak lagi tentunya, kasus-kasus yang didapatkan dalam kehidupan ini, yang terjadi di depan mata, yang ada disekitar kita, yang menghiasi hari-hari kita……
Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, kita harus “Menghargai” Perjuangan seseorang untuk mengubah dirinya, dengan memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki dirinya. Jangan selalu menuntut orang lain untuk berubah, karena kita sendiri butuh proses dan perjuangan untuk mengubahnya. Berikan dukungan moral, dan dorongan bagi mereka yang ingin memperbaiki ‘hubungan’ yang kurang harmonis menjadi hubungan yang jauh lebih mesra dan harmonis. Berikan kesempatan bagi mereka yang ingin menjalin kembali tali-tali persahabatan yang telah putus, atau yang telah diulur sampai kendur…


Mudah untuk mencari musuh, tetapi sulit untuk mencari sahabat; mudah mencari pasangan hidup baru, tetapi sulit mempertahankan pasangannya sendiri; mudah mencari cinta semu, tetapi sulit mencari cinta yang tulus; mudah menyalahkan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahan sendiri; mudah untuk berkata ‘mundur’, tetapi sulit untuk melangkah ‘maju’ kembali; mudah untuk berpisah, mengapa sulit untuk ‘bersatu’ lagi? mudah memberi ‘label’ pada seseorang, tetapi mengapa sulit mencabut ‘label’ yang sudah diberikan?
Nah.. bila anda seorang pejuang, maka akan sangat mengerti arti sebuah pengorbanan. Bila anda adalah seorang yang senang berkorban, maka akan sangat mengerti arti menjadi ‘korban’ itu sendiri, dan jangan mencari ‘korban’ baru, dengan mengorbankan orang lain… Bila anda adalah orang yang optimis, maka bantulah orang-orang yang pesimis. Bila anda adalah seorang pesimis, mengapa tidak mencari teman orang yang realistis?


Apapun gaya hidup anda, apapun pengorbanan anda, bagaimanapun perjuangan anda… semua itu tidak akan sia-sia… dan ingatlah, bila orang-orang masih sulit menerima anda, minimal di sisi lain, pasti banyak yang menanti kebaikan anda. Bila teman, sahabat, pasangan anda yang lalu tidak dapat kembali disisimu lagi, jangan khawatir pasti masih banyak orang yang ingin menerima anda menjadi temen, sahabat, saudara, ataupun pasangan anda. Jangan menyerah… Tiada seorang pejuang yang mudah menyerah…


Semoga semua orang yang berhubungan dengan anda, akan dapat menghargai perjuanganmu untuk melangkah ke arah yang lebih terang, baik, damai, dan tenang…… masa lalu biarlah berlalu, sambutlah masa depan yang ceria, dengan memperbaiki diri kita yang sekarang.Tidak perlu dengar “apa kata orang” tapi dengarlah “apa kata hatimu saat ini” tentunya dengarkanlah kata hati yang tidak ‘makan hati’…

Rumah Tangga

Pengertian dari sebuah rumah tangga, adalah hidup bersama dalam satu atap, menjaga keharmonisan dan pengertian.
Rumah tangga bukan berarti rumah yang ada tangganya. ‘Tangga’ hanya perumpamaan, bila mampu menyelesaikan permasalahan keluarga adalah langkah ‘naik’ meniti anak tangga. Tangga kehidupan penuh dengan ujian, rintangan. Bila ingin melangkah ‘naik’, harus penuh tekad, dengan kepala dingin, kehangatan, dan penuh kebijaksanaan dalam menjalani proses kematangan dalam berumahtangga.

 
Harus satu demi satu anak tangga dilewati untuk suatu kemajuan, membina rumah yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan, menjadikan rumah sbg home sweet home.
Bila ada kemunduran artinya ia harus melangkah ‘turun’, karena sangat sulit untuk meraih kebahagiaan yang lebih tinggi.
Membina Rumah tangga, bila sudah ‘turun’ kembali sampai ‘lantai dasar’, artinya keputusan untuk keluar rumah sudah hampir terjadi, ini masih bisa dibenahi, dengan kekuatan cinta dan pengertian akan mampu membawanya ‘naik’ kembali. Selama masih berada di dalam rumah Sesungguhnya ‘naik turun’ hal biasa, merupakan proses yg penuh arti dan makna.
Tetapi bila sudah di’lantai dasar’ ternyata ada juga yg mau keluar dari rumah, siapapun tidak mampu lagi mempertahankannya.
Bila ada yang memilih melangkah ‘turun’ ke ‘basement’, dari pada harus ‘keluar’ rumah, mungkin hidupnya akan terasa ’sesak’, tiada gairah, penuh dengan kesumpekan. Tidak berani ‘keluar rumah’ juga tidak mau ‘naik’ lagi ke atas. Hidup yang kelabu tanpa cinta dan kasih sayang apalagi keharmonisan.
Bila keadaan semakin kacau, ingatlah tekad awal ketika membina rumah tangga, jangan sampai “sudah jatuh tertimpa tangga”


Mereka pun harus mampu bangkit dan kembali ‘naik’ meniti ‘tangga’ kehidupannya yang baru.
Inilah sedikit renungan tentang ‘rumah tangga’ hanya sekedar perumpamaan.

Jumat, 29 Oktober 2010

Bercermin dari gugurnya daun

"Do the one thing you think you cannot do. Fail at it. Try again. Do better the second time. The only people who never tumble are those who never mount the high wire. This is your moment. Own it."

"Bisa nggak ya?", "Kalau gagal gimana ya?" Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin saja timbul di benak Anda. Perasaan ragu membayangi semakin lama keraguan menjadi semakin besar. Dan Anda mulai mengambil langkah mundur.

Ketika ada kesempatan menunggu Anda untuk meraihnya apa yang biasanya Anda lakukan? Diam atau nekat mengambil kesempatan itu dengan resiko gagal. Setiap orang memang takut gagal, takut kecewa dan itu wajar saja. Namun pernahkah Anda berpikir untuk meraih kesempatan tersebut dan menghadapi segala resikonya?

Memang kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Bayangkan saja betapa menyesalnya kita jika satu kesempatan telah terlewat. Setidaknya saat kita ambil kesempatan itu dan gagal, kita masih bisa tersenyum bangga karena pernah mencobanya.

Seperti pohon di musim kemarau, ia akan mengugurkan daunnya demi bertahan hidup. Namun kemudian ketika sang hujan datang ia akan bangkit dan membuat daun-daunnya kembali bersemi. Demikian juga Anda akan mencoba bangkit saat Anda jatuh.
Tak ada sukses tanpa kegagalan, tak ada manusia yang tak kan menemui keberhasilan
Lakukan apa yang paling takut Anda lakukan. Jika Anda gagal, jangan ragu untuk mencobanya lagi. Lakukan yang terbaik di kesempatan berikutnya. Nikmati setiap proses dan momennya. Dengan begitu, hidup memang untuk Anda. Ada rencana besar dari-NYA yang sedang menunggu Anda

Ketika Bingung jadilah seperti bunga matahari

Pernahkah Anda berada dalam kondisi yang sangat membingungkan, di antara beberapa pilihan yang membuat Anda merasa tertekan, dihimpit berbagai masalah yang membuat Anda ingin lari dan bersembunyi? Apa yang akan Anda lakukan di tengah kebingungan itu?

Ada yang bilang hidup itu sederhana, namun banyak juga yang bilang bahwa hidup itu sangat kompleks. Banyak masalah timbul di setiap langkah kita, membuat kita semakin dewasa, semakin berpengalaman, namun juga membuat kita stress dan tertekan.

Beberapa pilihan yang ada memang menggiurkan, hal yang paling sulit adalah menentukan mana pilihan yang akan ditunjuk. Timbul keraguan di benak kita setiap berhadapan dengan beberapa pilihan. Ingatlah untuk selalu berhati-hati, karena pilihan itu terkadang menyesatkan dan menipu. Bisa saja pilihan itu malah membawa masalah lain.

Ah mengapa kedengarannya semakin membingungkan? Ya ambil saja solusi simpelnya, jika memang ada beberapa pilihan, lihat kembali plus minus di balik pilihan-pilihan tersebut. Dan yang terpenting adalah ikuti suara hati Anda. Coba Anda lihat bunga matahari yang selalu bersinar mengikuti sinar matahari. Katakan saja sinar matahari ini adalah suara hati si bunga. Walaupun mungkin si Lily atau Tulip menoleh ke kiri atau ke kanan, bunga matahari akan tetap mengikuti arah sinar matahari.

Jadi mengapa Anda masih ragu menentukan pilihan Anda? Diam sesaat, dengarkan apa kata suara hati Anda. Nah terjawab kan. Semoga pilihan yang telah Anda tentukan adalah yang terbaik untuk Anda